Selasa, 18 Agustus 2020

Moisturizer Dulu Atau Sunscreen? Ini Urutan Pemakaian yang Benar oleh - homecare24.online

Halo sahabat selamat datang di website homecare24.online, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Moisturizer Dulu Atau Sunscreen? Ini Urutan Pemakaian yang Benar, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Dari banyaknya urutan penggunaan skincare, salah satu yang mungkin paling membingungkan adalah menentukan apakah Anda harus memakai moisturizer atau sunscreen terlebih dulu. Kedua produk ini memiliki fungsi yang berbeda, dan urutan yang keliru dapat memengaruhi keampuhannya.

Lantas, mana yang sebaiknya Anda gunakan lebih dahulu?

Ketahui dahulu fungsi moisturizer dan sunscreen

moisturizer dulu atau sunscreen

Meski kulit wajah menyerap keduanya dengan cara yang sama, moisturizer dan sunscreen memiliki efek yang berbeda terhadap kulit. Guna menentukan apakah Anda harus memakai moisturizer dulu atau sunscreen, coba kenali fungsinya berikut ini:

1. Fungsi moisturizer

Moisturizer berfungsi menjaga kelembapan kulit dan memperbaiki teksturnya. Produk ini biasanya mengandung humektan seperti gliserin, asam laktat, atau urea. Humektan adalah bahan yang dapat menarik air ke dalam kulit sehingga kulit wajah tetap lembap.

Kebanyakan moisturizer juga mengandung emolien berupa minyak nabati dan lanolin yang mampu melembutkan kulit. Kombinasi humektan dan emolien tidak hanya membuat wajah terasa lembap, tapi juga halus dan kenyal dengan tekstur yang merata.

2. Fungsi sunscreen

Bila Anda bingung perlu memakai moisturizer dulu atau sunscreen, hal ini mungkin bisa menjadi petunjuknya. Melansir Skin Cancer Foundation, fungsi utama sunscreen adalah melindungi kulit dari sinar UV yang bisa menyebabkan sunburn, penuaan dini, bahkan kanker.

Saat membeli sunscreen, pilihlah sunscreen dengan SPF 30 atau 50 untuk memperoleh perlindungan maksimal. Sunscreen sebaiknya digunakan kembali setiap 2 jam, terutama setelah Anda berkeringat, berenang, atau mencuci muka.

Jadi, sebaiknya memakai moisturizer dulu atau sunscreen?

pakai sunscreen di rumah

Urutan penggunaan skincare memang membingungkan karena setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda. Namun, Dr. Melda Isaac, dokter spesialis kulit di Washington D.C., Amerika Serikat, menyarankan Anda untuk mengikuti satu urutan sederhana.

Urutan tersebut yakni membersihkan, mengobati, melembapkan, dan melindungi. Jadi, setelah Anda menggunakan sabun muka, toner, dan serum, langkah selanjutnya adalah melembapkan kulit wajah dengan moisturizer.

Ketika Anda bingung harus menggunakan moisturizer dulu atau sunscreen, ingatlah bahwa sunscreen adalah pelindung kulit. Mengacu urutan yang disarankan Dr. Isaac, sunscreen digunakan pada tahap terakhir dalam rutinitas skincare.

Perhatikan jenis sunscreen yang Anda gunakan. Bila Anda memakai sunscreen losion atau krim, tunggu hingga moisturizer menyerap seutuhnya ke dalam kulit. Mencampur keduanya malah akan mengurangi kemampuan sunscreen dalam menangkal sinar UV.

Sunscreen krim dan losion biasanya juga mengandung zinc oksida dan titanium oksida yang mengeringkan kulit. Jika Anda memakai moisturizer lebih dulu, kulit akan menjadi lebih lembap sehingga tidak terbentuk butir-butir yang menggumpal.

Kuncinya adalah menggunakan produk dengan tepat

Moisturizer sebelum sunscreen adalah urutan yang paling disarankan. Akan tetapi, ada juga orang-orang yang mungkin lebih nyaman menggunakan sunscreen atau produk lain dulu, baru diakhiri dengan moisturizer.

Hal ini sebenarnya tidak berdampak buruk bagi kulit. Hanya saja, Anda harus cermat memilih dan menggunakan moisturizer agar produk ini tidak melarutkan sunscreen dan mengurangi kemampuannya.

Kuncinya adalah menggunakan produk dalam jumlah dan cara yang tepat. Moisturizer ataupun sunscreen terlebih dulu, yang terpenting Anda mengoleskannya secara merata dan menunggunya terserap sebelum disusul dengan produk skincare lain.

Itulah tadi informasi mengenai Moisturizer Dulu Atau Sunscreen? Ini Urutan Pemakaian yang Benar dan sekianlah artikel dari kami homecare24.online, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Rabu, 12 Agustus 2020

7 Penyebab Bibir Hitam untuk Anda yang Tidak Merokok oleh - homecare24.online

Halo sahabat selamat datang di website homecare24.online, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar 7 Penyebab Bibir Hitam untuk Anda yang Tidak Merokok, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Penyebab bibir hitam bukan hanya karena kebiasaan merokok saja. Ada banyak hal yang dapat membuat bibi Anda hitam. Bibir yang terlihat hitam bisa mengurangi penampilan Anda. Walaupun Anda tidak merokok, bibir Anda bisa saja menghitam dan gelap akibat kebiasaan yang buruk.Apa saja penyebab dari perubahan warna bibir menjadi lebih hitam dan gelap meskipun tidak mempunyai kebiasaan merokok.

1. Bibir kering

Bibir mudah sekali kering jika tidak sengaja Anda lembapkan. Kulit bibir yang selalu terbuka, membuat kelembapannya mudah sekali hilang, apalagi jika di cuaca panas. Bibir yang kering dapat menyebabkan bibir tersebut mengalami pecah-pecah dan berpeluang untuk menggelap secara perlahan.

2. Gaya hidup dan kebiasaan

Selain merokok, kebiasaan lain yang dapat membuat bibir Anda menjadi lebih gelap adalah minum alkohol. Zat asam yang terkandung di dalam alkohol adalah alasannya. Tidak hanya itu, terlalu banyak minum alkohol bisa mengakibatkan Anda mengalami dehidrasi – meskipun alkohol adalah cairan. Sementara, salah satu dampak dehirasi adalah membuat bibir pecah-pecah dan kemudian mengubah warna bibir menjadi lebih hitam.

3. Hiperpigmentasi

Penyebab bibir hitam lainnya adalah hiperpigmentasi. Hiperpigmentasi adalah kondisi di mana melanin di dalam tubuh terlalu banyak sehingga mempengaruhi warna kulit, termasuk warna bibir Anda. Biasanya, melanin terbentuk akibat terlalu sering terkena sinar matahari. Bagian wajah adalah bagian yang paling berpeluang untuk mengalami hiperpigmentasi karena sering terkena sinar matahari langsung.

Oleh karena itu, penting bagi Anda yang sering melakukan aktivitas di luar ruangan untuk menggunakan tabir surya. Untuk di bagian bibir, biasanya beberapa merek lipgloss atau pelembap bibir mengandung SPF – usahakan untuk menggunakan SPF 30 – yang dapat menjaga bibir Anda menghitam akibat sinar matahari.

4. Miliki kondisi anemia

Anemia bisa menjadi penyebab bibir hitam, kondisi ini disebabkan karena Anda kekurangan hemoglobin – zat yang membawa oksigen dan zat gizi di dalam darah. Zat tersebut yang memberikan warna merah pada darah, sehingga perubahan warna kulit di beberapa bagian, salah satunya adalah bibir bisa menghitam.

5. Sering mengonsumsi kafein

Makanan dan minuman kafein adalah salah satu penyebab bibir hitam yang Anda miliki. Kafein sebenarnya merupakan zat diuretik yang dapat membuat Anda sering buang air kecil. Terlalu banyak zat diuretik di dalam tubuh akan mengakibatkan Anda mengalami dehidrasi, karena cairan terus keluar melalui urin. Sedangkan dehidrasi bisa membuat bibir Anda pecah-pecah, tidak sehat, dan warnanya berubah menjadi lebih gelap.

6. Penggunaan produk kosmetik yang sudah kedaluwarsa

Bagi wanita, melakukan aktivitas sehari-hari tidak lengkap rasanya jika tidak memakai lipstik. Ya, lipstik adalah penyempurna penampilan wanita. Namun apa jadinya jika lipstik yang Anda gunakan setiap hari justru menjadi penyebab bibir hitam? Beberapa wanita sayang untuk membuang lipstiknya, walaupun sudah kadaluwarsa. Padahal lipstik tersebut tentu saja sudah jelek kualitasnya dan dapat mempengaruhi kesehatan bibir, salah satunya mengakibatkan bibir menjadi hitam.

7. Keracunan

Bibir Anda akan hitam apabila mengalami keracunan. Racun yang bisa menjadi penyebab bibir hitam, yaitu merkuri, perak, tembaga, alkali kuat, dan berbagai jenis logam yang berbahaya lainnya.

Itulah tadi informasi mengenai 7 Penyebab Bibir Hitam untuk Anda yang Tidak Merokok dan sekianlah artikel dari kami homecare24.online, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Jumat, 07 Agustus 2020

Bolehkah Berhubungan Seks Saat Kena Infeksi Saluran Kemih? oleh - homecare24.online

Halo sahabat selamat datang di website homecare24.online, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Bolehkah Berhubungan Seks Saat Kena Infeksi Saluran Kemih? oleh - homecare24.online, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Infeksi saluran kemih adalah salah satu penyakit yang banyak terjadi pada wanita. Namun, laki-laki juga bisa mengalaminya. Penyakit ini menimbulkan gejala berupa nyeri saat buang air kecil, bau urine menyengat, serta warna urine keruh atau kadang berdarah.

Jika Anda atau pasangan mengalaminya, mungkin muncul keraguan antara berhenti dan tetap melanjutkan berhubungan seks. Lantas, apakah boleh berhubungan seks saat menderita penyakit infeksi saluran kemih atau harus disetop dulu? Berikut penjelasannya.

Haruskah berhenti berhubungan seks saat infeksi saluran kencing?

cara memuaskan istri

Penyebab infeksi saluran kencing adalah infeksi bakteri yang menyerang saluran kemih. Hal ini menimbulkan gejala seperti nyeri saat buang air kecil, urinasi yang jadi lebih sering, anyang-anyangan, urine berwarna keruh atau bahkan berdarah. Beberapa orang juga mengalami gejala berupa demam serta mual dan muntah.

Penyakit ini lebih rentan menyerang wanita, terutama bagi mereka yang aktif berhubungan seksual. Sebabnya, uretra (saluran yang mengeluarkan urine dari kandung kemih) pada tubuh wanita lebih pendek daripada pria. Selain itu, posisi vagina juga berada sangat dekat dengan kandung kemih, membuatnya rentan dimasuki oleh bakteri.

Perlu diketahui, seks bisa menjadi awal mula terjadinya infeksi pada saluran kemih. Berhubungan seks dapat membuat gejala infeksi saluran kencing semakin parah.

Pasalnya, seks dapat mendorong bakteri yang ada di sekitar vagina masuk lebih jauh ke dalam tubuh melalui penetrasi sehingga hal ini akan membuat bakteri tinggal dan menempel di lapisan kandung kemih, lalu tumbuh dan berkembang biak di sana.

Lantas jika telah terjadi, pertanyaan selanjutnya adalah amankah hubungan seks yang dilakukan saat terkena infeksi saluran kemih.

Sebetulnya, Anda boleh-boleh saja berhubungan seks dengan pasangan meski saat Anda menderita infeksi saluran kencing. Namun, alangkah lebih baik jika Anda setop dulu berhubungan seks untuk sementara waktu.

Saat berhubungan seksual, semua benda yang masuk ke dalam vagina baik itu jari, mainan seks, maupun penis dapat memberikan tekanan berlebih pada organ saluran kencing. Akibatnya, kandung kemih akan semakin tergencet dan memicu rasa sakit saat berhubungan seksual.

Apakah infeksi saluran kencing bisa menular ke pasangan?

anal seks

Kabar baiknya, bercinta dengan pasangan yang terkena infeksi saluran kencing tidak menular. Penyakit ini tidak sama dengan penyakit kelamin menular seksual lain. Anda juga tidak akan tertular infeksi saluran kemih setelah menggunakan dudukan toilet yang sama.

Namun, perlu diingat bahwa memaksakan berhubungan seksual dapat memperparah gejala infeksi. Penetrasi akan memberi tekanan pada saluran kemih yang mungkin akan membuat Anda merasa tak nyaman.

Jadi, sebaiknya buatlah kesepakatan dengan pasangan untuk menunda berhubungan seks sampai infeksi pada saluran kemih Anda menghilang dan area yang terkena dampaknya sembuh.

Tips aman berhubungan seks saat menderita infeksi saluran kemih

efek vasektomi pada seks

Saat Anda didiagnosis terkena infeksi saluran kemih, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik untuk membantu mengobati infeksi saluran kemih yang Anda atau pasangan alami.

Dokter juga biasanya akan memberikan beberapa pantangan makanan dan minuman yang baiknya Anda hindari untuk memperlancar pemulihan. Dalam hal ini, berhubungan seks bisa menjadi salah satu hal yang disarankan untuk tidak dilakukan.

Pengobatan infeksi saluran kencing biasanya membutuhkan waktu sekitar satu sampai dua minggu sampai gejalanya mereda dan sembuh total. Setelah itu, barulah Anda dan pasangan boleh kembali berhubungan intim seperti biasanya.

Namun, jika Anda memutuskan ingin tetap berhubungan seks meski sedang terinfeksi, lakukan kiat-kiat berikut supaya lebih aman.

  1. Perhatikan gejala infeksi. Jika Anda tiba-tiba ingin buang air kecil, segera hentikan aktivitas seksual. Pasalnya, menahan buang air kecil dapat menekan kandung kemih sehingga memperparah gejala infeksi.
  2. Buang air kecil sebelum dan sesudah berhubungan intim. Ini bermanfaat untuk membasuh bakteri yang terdapat di uretra Anda atau pasangan. Dengan demikian, risiko infeksi bisa diminimalisir.
  3. Hindari seks oral dan seks anal. Dua aktivitas seksual ini dapat memindahkan bakteri dari vagina ke anus dan mulut atau sebaliknya. Akibatnya, risiko penyebaran bakteri akan lebih besar dan meluas.
  4. Segera bersihkan diri setelah berhubungan seks. Terutama pada area genital, bersihkan dengan cara membasuh tangan dari depan ke belakang (vagina ke anus) agar bakteri dari anus tidak terbawa ke depan dan memperburuk infeksi.
  5. Rutin periksa ke dokter. Lakukan pemeriksaan berkala untuk tahu perkembangan infeksi saluran kemih Anda atau pasangan. Tanyakan pada dokter kapan waktu terbaik bisa kembali berhubungan seksual setelah dinyatakan sembuh.

Itulah tadi informasi mengenai Bolehkah Berhubungan Seks Saat Kena Infeksi Saluran Kemih? oleh - homecare24.online dan sekianlah artikel dari kami homecare24.online, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

© 2017 homecare24 : Jasa Home Care Tercepat Di Indonesia 24 Jam. All rights resevered. Powered By Blogger