Feature Label 1

Feature Label 2

Feature Label 3

2nd Feature Label

What's Latest and Fresh in?
homecare24 : Jasa Home Care Tercepat Di Indonesia 24 Jam

Jumat, 03 Juli 2020

Pendarahan Pascamelahirkan: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dll oleh - homecare24.online

Halo sahabat selamat datang di website homecare24.online, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Pendarahan Pascamelahirkan: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dll oleh - homecare24.online, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Pendarahan pascamelahirkan adalah kondisi yang bisa dialami oleh wanita yang melahirkan normal melalui vagina ataupun yang melahirkan dengan operasi caesar. Pendarahan pascapersalinan dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang parah. Jika tidak ditangani dengan cepat, kondisi ini dapat menyebabkan organ tubuh tidak mendapatkan aliran darah yang cukup sehingga bisa menyebabkan kematian. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

pendarahan-pascamelahirkan-doktersehat

Apa Itu Pendarahan Pascamelahirkan?

Pada dasarnya kehilangan darah setelah melahirkan adalah sesuatu yang normal. Jika seorang wanita melahirkan normal, biasanya akan kehilangan darah sekitar 500 mililiter, sedangkan jika melakukan operasi caesar tubuh wanita biasanya akan kehilangan 800 â€" 1.000 mililiter. Pendarahan pascamelahirkan yang perlu diwaspadai jika Anda kehilangan lebih banyak darah dari yang seharusnya.

Pendarahan pascapersalinan yang tidak berhenti dari hari ke hari disertai pandangan kabur, kedinginan, atau merasa lemah adalah kondisi yang harus diwaspadai.

Penyebab Pendarahan Pascamelahirkan

Setelah bayi dilahirkan, rahim biasanya berkontraksi dan mendorong keluar plasenta. Proses kontraksi ini membantu menekan pembuluh darah tempat plasenta menempel. Jika rahim tidak berkontraksi cukup kuat, pembuluh darah ini bisa lepas sehingga menjadi penyebab paling umum pendarahan pascapersalinan.

Berikut adalah beberapa kondisi lain yang bisa menyebabkan pendarahan pascamelahirkan, antara lain:

  • Leher rahim atau jaringan vagina robek
  • Pembuluh darah di rahim robek
  • Mengalami hematoma
  • Gangguan pembekuan darah
  • Masalah plasenta
  • Ruptur uteri
  • Pembalikan rahim
  • Memiliki fibroid rahim

Kondisi Selama Persalinan

Selain beberapa penyebab seperti di atas, pendarahan pascamelahirkan juga bisa disebabkan oleh:

  • Persalinan caesar
  • Mendapatkan anestesi umum. Ini adalah obat yang membuat Anda tertidur sehingga tidak merasakan sakit selama operasi. Jika tidak menjalani operasi caesar darurat, Anda mungkin memerlukan anestesi umum
  • Mengonsumsi obat untuk menginduksi persalinan. Obat yang disebut Pitocin berguna untuk menginduksi persalinan. Pitocin adalah bentuk oksitosin buatan manusia, hormon yang dibuat agar tubuh memulai kontraksi
  • Menjalani persalinan cepat atau berada dalam persalinan dalam waktu yang lama membuat Anda berisiko untuk mengalami pendarahan pascapersalinan

Faktor Risiko

Beberapa wanita memiliki risiko lebih besar untuk mengalami pendarahan pascamelahirkan. Berikut adalah beberapa faktor risiko yang menyebabkan kondisi tersebut, antara lain:

  • Memiliki solusio plasenta
  • Mengalami plasenta previa
  • Kelebihan air ketuban
  • Kehamilan lebih dari satu janin
  • Memiliki tekanan darah tinggi saat hamil
  • Sudah banyak menjalani proses persalinan
  • Mengalami infeksi
  • Kegemukan
  • Melahirkan dengan forceps atau melahirkan vakum
  • Etnik Asia atau Hispanik

Jika Anda memiliki salah satu dari faktor-faktor risiko ini, dokter mungkinan akan mengambil tindakan pencegahan tambahan untuk mencegah pendarahan dan mengamati Anda lebih intens dalam 24 hingga 48 jam setelah melahirkan.

Risiko pendarahan pascamelahirkan tertinggi  dalam 24 jam pertama setelah kelahiran disebut primary postpartum hemorrhage. Sementara pendarahan yang terjadi setelah 24 jam pertama kelahiran hal itu disebut secondary hemorrhage.

Gejala Pendarahan Pascamelahirkan

Gejala pendarahan pascapersalinan dapat terlihat seperti beberapa kondisi kesehatan lainnya. Berikut ini adalah beberapa gejala yang paling umum, antara lain

  • Pendarahan yang tidak terkendali
  • Tekanan darah menurun
  • Peningkatan detak jantung
  • Penurunan jumlah sel darah merah
  • Jika pendarahan pascamelahirkan berasal dari hematoma, pembengkakan dan rasa sakit pada vagina atau area sekitarnya bisa terjadi

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Pendarahan pascamelahirkan adalah kondisi yang serius karena bisa menyebabkan tekanan darah mengalami penurunan. Apabila tekanan darah terlalu rendah, organ tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup sehingga bisa menyebabkan kematian. Oleh karena itu, segera cari bantuan medis jika:

  • Pendarahan terjadi lebih dari satu pembalut selama satu jam dan tidak menunjukkan tanda-tanda berhenti
  • Penglihatan kabur
  • Panas dingin
  • Kulit basah
  • Detak jantung yang cepat
  • Pusing
  • Kelemahan
  • Mual
  • Perasaan lemah

Diagnosis Pendarahan Pascamelahirkan

Diagnosis yang bisa dilakukan dokter adalah meninjau riwayat kesehatan  dan melakukan pemeriksaan fisik. Beberapa tes lainnya yang mungkin disarankan dokter untuk membantu diagnosis, antara lain:

  • Mengukur denyut nadi dan tekanan darah
  • Jumlah sel darah merah
  • Faktor pembekuan dalam darah
  • Perkirakan berapa banyak darah yang hilang

Pengobatan Pendarahan Pascamelahirkan

Pada dasarnya perawatan pendarahan pascapersalinan adalah untuk menghentikan kondisi yang menyebabkan perdarahan sesegera mungkin. Beberapa perawatan yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Obat atau pijatan rahim untuk merangsang kontraksi
  • Menghilangkan potongan plasenta yang tersisa di rahim
  • Pemeriksaan rahim, jaringan panggul, vagina, dan vulva untuk mencari area yang mungkin perlu diperbaiki
  • Bakri balloon atau foley catheter digunakan untuk memberi tekanan pendarahan yang terjadi di dalam rahim
  • Laparotomi, prosedur bedah dengan membuat sayatan di dinding perut mungkin diperlukan untuk menemukan penyebab pendarahan pascamelahirkan
  • Mengikat atau menyegel pembuluh darah yang berdarah. Ini dilakukan dengan menggunakan jahitan kompresi uterus, gel khusus, lem, atau coils
  • Histerektomi, prosedur bedah untuk mengangkat rahim. Pada banyak kasus, ini adalah pilihan terakhir yang diambil.

Mengganti darah yang hilang dengan segera menjadi penting dalam mengobati pendarahan pascamelahirkan. Anda mungkin akan diberikan cairan infus dan darah intravena untuk mencegah syok. Jika penyebab pendarahan berhasil diatasi, Anda bisa pulih sepenuhnya.

Komplikasi Pendarahan Pascamelahirkan

Kehilangan banyak darah dengan cepat dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang parah. Jika kondisi ini tidak mendapatkan penanganan dengan cepat, hal itu bisa menyebabkan syok hingga kematian.

Pencegahan Pendarahan Pascamelahirkan

Semua wanita pasti menerima perawatan untuk membantu mencegah pendarahan pascapersalinan. Beberapa obat yang digunakan untuk mencegah perdarahan adalah misoprostol, ergometrine, carbetocin, atau kombinasi dari obat-obatan tersebut.

Sementara itu, beberapa pakar menyarankan ibu untuk mulai menyusui sesegera mungkin setelah lahir. Hal ini memungkinkan ibu untuk mengeluarkan oksitosin (natures Pitocin) untuk membantu kontraksi rahim dan mengeluarkan plasenta.

Setelah plasenta dikeluarkan, memastikan kandung kemih kosong juga dapat menghindari pendarahan pascamelahirkan.

 

  1. Anonim. Postpartum Hemorrhage
    https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=postpartum-hemorrhage-90-P02486. (Diakses pada 3 Juli 2020).
  2. Anonim. Postpartum Hemorrhage. https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?ContentTypeID=90&ContentID=P02486. (Diakses pada 3 Juli 2020).
  3. Anonim. POSTPARTUM HEMORRHAGE. https://www.marchofdimes.org/pregnancy/postpartum-hemorrhage.aspx#:~:text=Postpartum%20hemorrhage%20(also%20called%20PPH,to%205%20percent)%20have%20PPH. (Diakses pada 3 Juli 2020).
  4. Moldenhauer, Julie S. 2020. Postpartum Hemorrhage. https://www.msdmanuals.com/professional/gynecology-and-obstetrics/abnormalities-and-complications-of-labor-and-delivery/postpartum-hemorrhage. (Diakses pada 3 Juli 2020).
  5. Weiss, Robin Elise. 2019. How to Prevent Postpartum Hemorrhage. https://www.verywellfamily.com/postpartum-hemorrhage-2753097. (Diakses pada 3 Juli 2020).

Itulah tadi informasi mengenai Pendarahan Pascamelahirkan: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dll oleh - homecare24.online dan sekianlah artikel dari kami homecare24.online, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Minggu, 28 Juni 2020

Imiquimod: Fungsi, Dosis, Efek Samping, Harga, dll oleh - homecare24.online

Halo sahabat selamat datang di website homecare24.online, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Imiquimod: Fungsi, Dosis, Efek Samping, Harga, dll oleh - homecare24.online, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Imiquimod adalah obat untuk mengatasi pertumbuhan sejenis kanker kulit. Obat ini juga digunakan untuk mengobati kutil kelamin. Ketahui imiquimod obat apa, fungsi, dosis, aturan pakai, harga, dll.

imiquimod-doktersehat

Rangkuman Informasi Obat Imiquimod

Berikut ini adalah informasi umum obat imiquimod:

 Nama Obat Imiquimod
 Kandungan Obat Imiquimod
 Kelas Obat Dermatologis dan obat topikal antivirus
 Kategori Obat Obat resep
 Manfaat Obat
  • Mengobati kutil kelamin.
  • Mengobati kutil perianal atau kutil anus.
  • Mengobati actinic keratosis (AK), kondisi pra kanker kulit.
 Kontraindikasi Obat
  • Pasien dengan penyakit autoimun.
  • Pasien transplantasi organ.
  • Pasien dengan penyakit human papilloma virus (HPV) sebelumnya.
 Sediaan Obat Obat topikal
 Harga Obat Rp3.120.000/1 dus @12 kemasan (12×250 mg)

Harga obat imiquimod mungkin berbeda di setiap apotek. Obat ini dapat dibeli di apotek dengan resep dokter dengan merek dagang lain.

Imiquimod Obat Apa?

Imiquimod adalah obat topikal yang dapat mengaktifkan sistem kekebalan tubuh untuk mengatasi beberapa jenis gangguan kulit atau pertumbuhan kulit abnormal. Obat topikal ini digunakan untuk mengobati actinic keratosis (AK), yaitu pertumbuhan pra kanker kulit akibat paparan sinar matahari yang tidak sehat.

Krim ini juga digunakan untuk mengatasi kutil kelamin atau kutil anus/dubur yang terjadi di bagian luar alat kelamin. Obat Imiquimod termasuk dalam kelas obat dermatologis yang juga berperan sebagai antivirus.

Obat ini dapat membantu mengontrol gejala karsinoma sel basal superfisial yang merupakan sejenis kanker kulit. Kondisi ini umumnya terjadi pada kulit bagian leher, tangan, kaki, atau gejala seperti kutil.

Obat ini boleh digunakan untuk anak di atas usia 12 tahun. Obat ini dianggap efektif untuk mencegah pertumbuhan kondisi pra kanker kulit, namun tidak diketahui apakah dapat mencegah penularan kutil atau gangguan kulit ke orang lain.

Merek Dagang Imiquimod

Obat topikal antivirus ini dijual sebagai obat generik dengan nama krim imiquimod. Obat ini juga memiliki merek dagang lain, yaitu:

  • Aldara
  • Imiquad

Obat dermatologis ini mungkin juga dipasarkan dengan merek dagang lain yang belum tercatat dalam informasi ini. Selain itu, harga imiquimod dalam merek lain mungkin lebih mahal dari obat generik.

Fungsi Obat Imiquimod

Obat ini digunakan untuk mengatasi kondisi kulit seperti kutil kelamin dan gangguan kulit terkait pra kanker kulit. Ketahui manfaat imiquimod berikut ini:

1. Kutil Kelamin

Kutil kelamin adalah salah satu penyakit menular seksual dengan gejala rasa gatal, nyeri, ketidaknyamanan, dan sensasi terbakar pada area kelamin. Kutil kelamin disebabkan oleh strain human papillomavirus (HPV), virus yang juga menyebabkan displasia serviks dan kanker.

Pada pria, kutil kelamin muncul di area paha, di dalam atau luar anus, penis, atau skrotum. Pada wanita, biasanya kutil kelamin tumbuh di dalam atau luar vagina, di luar atau dalam anus, atau di leher rahim (serviks). Sementara krim imiquimod hanya digunakan untuk kutil kelamin di bagian luar kelamin.

2. Actinic Keratosis

Actinic keratosis adalah pertumbuhan pra kanker kulit yang terjadi akibat paparan sinar matahari. Gejala actinic keratosis adalah bercak-bercak kecil pada kulit yang umumnya terjadi di leher, kulit kepala, telinga, punggung tangan, wajah, dan bibir. Sebagian besar orang tidak menyadari tanda-tanda kanker kulit ini atau yang juga disebut dengan keratosis ini.

Kondisi ini umumnya berkembang selama bertahun-tahun dan baru muncul pada orang dengan usia di atas 40 tahun. Sementara itu, gejala actinic keratosis dapat diatasi dengan obat imiquimod agar lesi actinic keratosis tidak berkembang menjadi kanker kulit.

3. Karsinoma Sel Basal Superfisial

Karsinoma sel basal superfisial adalah jenis kanker kulit di mana jenis sel tertentu di dalam kulit memproduksi sel kulit baru saat sel lama mati. Gejala karsinoma sel basal adalah benjolan transparan pada kulit yang umumnya terjadi di kulit kepala dan leher.

Penyebab karsinoma sel basal superfisial diduga karena paparan sinar radiasi jangka panjang. Salah satu cara mencegahnya adalah dengan menggunakan tabir surya dan meminimalisir paparan langsung cahaya matahari di siang hari.

Itulah berbagai fungsi obat imiquimod. Obat ini mungkin digunakan untuk indikasi atau gangguan kulit lain yang belum tercantum dalam informasi ini.

Baca Juga: Kanker Kulit: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Peringatan Obat Imiquimod

Harap perhatikan beberapa peringatan penting ini sebelum menggunakan obat topikal untuk kulit ini, sebagai berikut:

  • Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi terhadap kandungan imiquimod atau obat Aldara.
  • Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi obat lainnya.
  • Beritahu dokter bila Anda sedang menggunakan krim, obat topikal, perawatan kulit, atau belum sembuh dari operasi lain.
  • Beritahu dokter semua obat termasuk obat topikal lain, suplemen, vitamin, atau herbal lainnya yang sedang Anda gunakan.
  • Gunakan obat sesuai dengan dosis dan jadwal dari dokter.
  • Anda harus melakukan pemeriksaan kulit secara teratur sebelum, selama, dan sesudah menggunakan krim ini.
  • Hindari paparan sinar matahari selama menggunakan perawatan kulit dengan obat ini.
  • Gunakan tabir surya. Konsultasikan pada dokter jenis dan SPF tabir surya yang sesuai dengan kondisi Anda.
  • Segera hubungi dokter bila Anda mengalami reaksi kulit yang mengganggu setelah menggunakan krim ini.
  • Konsultasikan lagi pada dokter apakah obat ini aman digunakan pada kondisi hamil, menyusui, atau bila Anda sedang merencanakan kehamilan.
  • Obat ini hanya boleh digunakan untuk orang di atas usia 12 tahun.

Beberapa hal lain yang harus Anda hindari selama Anda menggunakan obat ini, termasuk:

  • Jangan berenang.
  • Jangan mandi atau membasuh area kulit yang baru dioleskan krim ini.
  • Jangan terpapar sinar matahari langsung.
  • Jangan menggunakan krim ini pada luka bakar terbuka atau area kulit yang belum sembuh dari operasi.
  • Jangan menggunakan krim ini di area mulut, hidung, atau mata.
  • Obat ini tidak melindungi Anda dari penyakit menular seksual lainnya.
  • Jangan menggunakan obat ini tanpa pemeriksaan kulit sebelumnya atau tanpa resep dokter.
  • Jangan berbagi obat ini dengan orang lain walau dengan indikasi yang sama.

Selain itu, konsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat kulit ini apabila Anda memiliki riwayat:

  • Penyakit autoimun.
  • Transplantasi organ.
  • Tidak digunakan untuk penyakit virus human papilloma pada manusia uretra, intravaginal, serviks, dubur, atau intra-anal.

Itulah beberapa peringatan penting sebelum dan selama Anda menggunakan obat topikal untuk gangguan kulit ini. Selebihnya, konsultasi pada dokter tentang semua hal yang harus Anda ketahui sebelum menggunakan obat ini.

Interaksi Obat Imiquimod

Interaksi obat adalah reaksi yang mungkin muncul bila Anda menggunakan lebih dari satu obat sembarangan. Reaksi tersebut dapat melemahkan atau meningkatkan kedua atau salah satu obat. Interaksi obat juga mungkin terjadi bila Anda menggunakan dua obat topikal termasuk krim atau salep secara bersamaan di area kulit yang sama.

Berikut ini kemungkinan interaksi obat imiquimod bila digunakan bersama dengan obat lain seperti:

  • Asam aminolevulinic
  • Asam aminolevulinic topikal
  • Methoxsalen
  • Metil aminolevulinat topikal
  • Verteporfin

Obat ini juga akan berinteraksi dengan penyakit eksim dan kondisi terbakar sinar matahari. Sebaiknya, tidak menggunakan dua obat atau lebih sembarangan kecuali dengan petunjuk dokter.

Baca Juga: Ciri-Ciri Kanker Kulit Berdasarkan Jenisnya

Efek Samping Imiquimod

Berikut ini beberapa efek samping imiquimod yang mungkin terjadi:

  • Batuk
  • Bersin
  • Nyeri tubuh
  • Gatal
  • Panas dingin
  • Telinga tersumbat
  • Hidung tersumbat
  • Sakit tenggorokan
  • Kulit merah
  • Ruam kulit
  • Kulit melepuh
  • Kesulitan bernapas
  • Kelelahan ekstrim

Efek samping lainnya yang mungkin terjadi namun jarang, termasuk:

  • Nyeri perut
  • Nyeri kaki, lutut, dan sendi
  • Nyeri dada
  • Suara serak
  • Gugup
  • Sulit berkemih
  • Gangguan penglihatan
  • Detak jantung tidak teratur
  • Kelenjar getah bening yang bengkak, nyeri, atau lunak di leher, ketiak, atau selangkangan

Daftar efek samping tersebut mencantumkan semua efek samping lainnya yang mungkin terjadi. Setiap orang mungkin mengalami reaksi berbeda pada setiap obat. Segera hubungi dokter bila Anda mengalami efek samping serius.

Dosis Obat Imiquimod

Dosis setiap orang berbeda-beda tergantung pada:

  • Usia
  • Jenis kelamin
  • Tingkat keparahan penyakit
  • Kondisi kesehatan saat ini
  • Reaksi tubuh pada dosis pertama

Berikut ini adalah informasi tentang dosis imiquimod:

1. Mengatasi Kutil Kelamin atau Kutil Perianal

  • Krim Imiquimod 3,75% untuk Dewasa: Oleskan tipis-tipis dan merata ke area kulit sebanyak sekali sehari. Total perawatan selama 8 minggu.
  • Krim 5% untuk Dewasa: Oleskan krim tipis-tipis secara merata 3 kali seminggu selama 16 minggu.

Apabila Anda menggunakan obat ini untuk mengatasi kutil kelamin, perhatikan beberapa hal ini, termasuk:

  • Obat ini tidak menyembuhkan kutil kelamin, namun mengontrol gejalanya.
  • Kutil kelamin baru mungkin tetap muncul selama Anda menggunakan krim kulit ini.
  • Kondom tampaknya tidak akan berfungsi dengan baik bila digunakan dalam kondisi kutil kelamin.
  • Anda mungkin menggunakan alat kontrasepsi lain selama melakukan perawatan kutil kelamin dengan krim ini.
  • Sebaiknya, tidak melakukan aktivitas seksual apapun selama kutil kelamin belum sembuh.

2. Mengatasi Karsinoma Sel Basal Superfisial

Oleskan krim 5% 5 kali seminggu sebelum tidur selama 6 minggu. Membutuhkan waktu hingga 12 minggu setelah menyelesaikan perawatan untuk menilai respon obat tersebut.

3. Actinic Keratosis

  • Sebagai 2,5% atau 3,75% Krim: Oleskan ke kulit sekali sehari setiap sebelum tidur selama 2 minggu.
  • Sebagai Krim 5%: Oleskan ke kulit 3 kali seminggu sebelum tidur selama 4 minggu. Ulangi perawatan selama 4 minggu lagi dengan interval 4 minggu.

Informasi ini tidak menggantikan resep dari dokter. Sebaiknya konsultasi dengan dokter tentang dosis imiquimod yang sesuai dengan kondisi Anda.

Cara Pakai Imiquimod

Berikut ini cara pakai krim imiquimod:

  • Ikuti sesuai dengan petunjuk penggunaan pada resep dokter.
  • Obat topikal hanya digunakan untuk pemakaian di kulit.
  • Jangan menggunakan obat topikal ini terlalu banyak atau terlalu lama karena akan meningkatkan risiko efek samping.
  • Cuci tangan sebelum mengoleskan krim ini.
  • Aplikasikan krim ini dengan tangan yang bersih dan kering.
  • Oleskan krim tipis-tipis dan merata.
  • Gunakan sebelum tidur agar obat dapat menyerap selama 8 jam.
  • Bersihkan kulit di pagi harinya.
  • Jangan tutupi kulit yang baru diolesi krim dengan perban atau plester lainnya.
  • Gunakan celana berbahan katun selama Anda mengobati kutil kelamin dengan krim ini.

Tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda jika Anda tidak memahami instruksi ini. Gunakan obat apapun sesuai dengan resep dokter untuk memaksimalkan kinerja obat dan mengurangi risiko efek samping yang mungkin terjadi.

Petunjuk Penyimpanan Imiquimod

Jangan menyimpan obat sembarangan karena akan merusak kandungan obat dan mengurangi kinerja obat. Ikuti petunjuk penyimpanan obat yang benar, sebagai berikut:

  • Jangan menyimpan obat di tempat yang panas, lembap, berair, atau terpapar matahari langsung.
  • Simpan obat-obatan di tempat yang kering dan sejuk dengan suhu 20°C-25°C.
  • Jangan menyimpan obat di dalam kulkas, dekat kompor, wastafel, atau tempat yang terlalu panas.
  • Sebaiknya simpan obat di kotak P3K khusus.
  • Bila tidak ada, simpan obat di laci atau tempat yang tertutup rapat.
  • Simpan obat pada wadah aslinya.
  • Jangan lupa tutup rapat obat topikal, obat cair, dan obat lainnya.
  • Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan membuang obat sembarangan karena akan mencemari lingkungan.
  • Tanyakan apoteker Anda tentang instruksi penyimpanan obat yang lebih spesifik.

Itulah pembahasan lengkap tentang imiquimod obat apa. Manfaat imiquimod adalah untuk mengatasi beberapa gangguan kulit seperti kutil kelamin dan mencegah risiko pertumbuhan kanker kulit. Informasi ini tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Gunakan obat ini sesuai dengan petunjuk penggunaan dan resep dokter. Semoga informasi ini bermanfaat.

 

  1. Cherney, Kristeen. 2020. Genital Warts. https://www.healthline.com/health/std/genital-warts. (Diakses pada 27 Juni 2020).
  2. Mayo Clinic. 2020. Basal cell carcinoma. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/basal-cell-carcinoma/symptoms-causes/syc-20354187. (Diakses pada 27 Juni 2020).
  3. Mayo Clinic. 2020. Actinic keratosis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/actinic-keratosis/symptoms-causes/syc-20354969#:~:text=An%20actinic%20keratosis%20(ak%2DTIN,%2C%20forearms%2C%20scalp%20or%20neck. (Diakses pada 27 Juni 2020).
  4. MIMS. 2020. Imiquimod. https://www.mims.com//philippines/drug/info/imiquimod?mtype=generic. (Diakses pada 27 Juni 2020).
  5. Multum, Cerner. 2020. Imiquimod topical. https://www.drugs.com/mtm/imiquimod-topical.html. (Diakses pada 27 Juni 2020).
  6. WebMD. 2020. Imiquimod Cream In Metered-Dose Pump. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1191-1350/imiquimod-topical/imiquimod-3-75-topical/details. (Diakses pada 27 Juni 2020).

Itulah tadi informasi mengenai Imiquimod: Fungsi, Dosis, Efek Samping, Harga, dll oleh - homecare24.online dan sekianlah artikel dari kami homecare24.online, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Senin, 22 Juni 2020

Hamil 25 Minggu, Refleks Janin Mulai Berfungsi oleh - homecare24.online

Halo sahabat selamat datang di website homecare24.online, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Hamil 25 Minggu, Refleks Janin Mulai Berfungsi oleh - homecare24.online, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Hamil 25 minggu, seperti apa perkembangan janin yang ada di dalam perut Anda? Apakah ia tumbuh dengan baik, atau justru tidak? Ketahui lebih lanjut mengenai perkembangan janin 25 minggu serta informasi terkait usia kehamilan 25 minggu lainnya berikut ini!

hamil-25-minggu-doktersehat

Perkembangan Janin saat Hamil 25 Minggu

Pada saat usia kehamilan 23 minggu, idealnya janin memiliki panjang 33 cm. Sementara itu, berat janin 25 minggu sekitar 0,68 kg. Ukuran janin saat hamil 23 minggu ini sama dengan rutabaga, yakni sejenis umbi-umbian.

Janin 25 minggu juga masih terus mengalami pembentukan lemak tubuh sehingga berat tubuhnya juga mengalami peningkatan yang signifikan. Selain itu, pada minggu ke-25 ini kulit janin menjadi lebih kemerahan dibandingkan dengan minggu-minggu sebelumnya.

Perubahan pada kulit janin menjadi lebih kemerahan tersebut dikarenakan sedang terjadi proses pembentukan pembuluh darah kapiler yang ada di bawah kulit. Pembuluh kapiler yang berisikan darah lantas menjadikan kulit jadi tampak memerah.

Perkembangan janin 25 minggu lainnya yang juga dapat diperhatikan adalah organ paru-paru yang semakin mengalami penyempurnaan, baik dari segi bentuk maupun fungsi. Hal ini dikarenakan pada paru-paru mulai terbentuk pembuluh darah yang akan menunjang fungsinya kelak. Kendati demikian, organ pernapasan tersebut belum dapat digunakan oleh janin untuk bernapas.

Satu hal lagi, pada saat hamil 25 minggu, janin di dalam perut mungkin sudah mulai bisa merespon suara yang ia dengar dengan melakukan gerakan refleks. Gerak refleks yang dimaksud seperti menendang atau bahkan mengubah posisi tubuhnya.

Perubahan Tubuh saat Hamil 25 Minggu

Lanjut ke ulasan mengenai perubahan dan gejala apa saja yang terjadi pada tubuh Anda saat hamil 25 minggu? Pada dasarnya, perubahan atau gejala yang dialami di usia kehamilan 25 minggu mayoritas masih sama seperti di minggu-minggu yang masuk ke dalam trimester kedua.

Berikut adalah perubahan dan gejala yang perlu Anda ketahui.

1. Puting Susu Terlihat Lebih Gelap

Usia kehamilan yang terus bertambah menimbulkan sejumlah perubahan pada tubuh Anda. Salah satu dari perubahan tersebut adalah puting susu yang warnanya jadi terlihat lebih gelap dari biasanya.

2. Wasir

Sama seperti di minggu ke-22, hemoroid alias wasir masih menjadi keluhan ibu hamil 25. Wasir adalah kondisi ketika pembuluh darah pada bagian usus besar yang bernama rektum mengalami pelebaran.

Rahim yang mengalami pembesaran menyebabkan anus tertekan. Tekanan pada anus lantas pembuluh darah melebar hingga terjadilah wasir. Selain karena tekanan yang dialami anus, hormon kehamilan juga disebut-sebut menjadi pemicu terjadinya wasir ini.

3. Peradangan Gusi

Peradangan pada gusi atau disebut gingivitis menjadi gejala lainnya yang harus diwaspadai oleh para ibu hamil 25 minggu. Radang gusi tentunya tidak bisa dibiarkan. Pasalnya, kondisi ini dapat berujung pada komplikasi serius seperti kelahiran prematur dan preeklampsia.

Oleh sebab itu, Anda harus berhati-hati dan sebisa mungkin cegah diri dari kondisi tersebut. Menghindari dari gingivitis tidak sulit, kok. Anda hanya perlu rajin menggosok gigi 2 kali sehari yakni di pagi dan malam hari.

4. Heartburn

Heartburn atau gejala nyeri ulu hati mungkin masih akan Anda alami saat hamil 25 minggu. Kendati tidak perlu dikhawatirkan karena bukan merupakan kondisi serius, tetap saja nyeri ulu hati akan membuat Anda tidak nyaman.

Maka dari itu, lakukan sejumlah tips berikut ini guna meminimalisir gejala heartburn:

  • Hindari makanan pemicu nyeri ulu hati seperti makanan pedas, asam, dan mengandung santan.
  • Usahakan makan dalam porsi kecil tapi sering alih-alih makan dalam porsi besar namun jarang.
  • Jangan langsung berbaring setelah makan.
  • Gunakan obat antasida untuk meredakan gejala nyeri (konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter)

5. Pigmentasi Kulit

Pigmentasi kulit juga mungkin masih akan dialami oleh ibu hamil 25 minggu. Pigmentasi kulit dapat ditandai dengan munculnya bintik-bintik berwarna cokelat atau kehitaman pada kulit, khususnya kulit wajah.

Pigmentasi kulit seperti ini dalam dunia medis dikenal dengan istilah melasma. Menurut penelitian, sekitar 50-70 persen wanita mengalami melasma saat usia kehamilan memasuki trimester kedua. Gejala ini diduga terkait dengan perubahan hormon yang sedang terjadi.

Sejumlah gejala lainnya yang mungkin muncul di kehamilan 25 minggu adalah sebagai berikut:

  • Stretch marks
  • Nyeri badan
  • Pembengkakan pergelangan kaki
  • Sulit tidur

Pemeriksaan Kehamilan

Pemeriksaan kehamilan pada minggu ke-25 adalah sebagai berikut:

1. Pemeriksaan Kehamilan Umum

Pemeriksaan janin 25 minggu dilakukan dengan medium ultrasonografi (USG). Pemeriksaan USG bertujuan untuk melihat bagaimana kondisi janin, apakah perkembangannya berjalan dengan baik atau justru ada abnormalitas yang terjadi.

2. Pemeriksaan Fibronectin

Apabila ada indikasi abnormalitas pada kehamilan, dokter akan melakukan pemeriksaan lainnya guna memastikan kemungkinan tersebut.

Contoh pemeriksaan kehamilan yang dilakukan di minggu ke-25 adalah pemeriksaan Fetal Fibronectin (fFN). Fibronectin adalah protein yang diproduksi oleh selaput janin. Menganalisis protein tersebut membantu dokter untuk menemukan abnormalitas pada janin. 

3. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik bertujuan untuk memastikan bahwa ibu hamil dalam keadaan sehat sehingga kehamilan dapat berjalan baik. Pemeriksaan fisik di antaranya meliputi:

  • Pengukuran tekanan darah
  • Pengukuran tinggi dan berat badan
  • Pengukuran panggul
  • Pemeriksaan vagina
  • Pemeriksaan urine

Tips Kehamilan

Saat sedang hamil 25 minggu, ingat selalu untuk tetap menerapkan sejumlah tips kehamilan berikut ini:

1. Makan Makanan Bergizi

Janin Anda sudah tumbuh dan berkembang dengan sehat sejauh ini. Nah, agar perkembangannya tetap berjalan baik hingga hari kelahiran tiba, Anda tetap harus mencukupi kebutuhan nutrisi baginya. Caranya tentu saja dengan mengonsumsi makanan bergizi, utamanya buah dan sayur-sayuran.

Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi suplemen penunjang seperti susu khusus ibu hamil dan sebagainya. Konsultasikan dengan dokter apa saja gizi yang harus dipenuhi saat hamil 25 minggu.

2. Minum Air Putih yang Cukup

Air putih juga jangan sampai dikurangi asupannya di minggu ke-25 dari kehamilan Anda, ya. Mengonsumsi air putih 8-12 gelas per hari penting untuk menjaga agar tubuh Anda tetap terhidrasi sehingga berdampak pada lancarnya aliran darah di dalam tubuh.

3. Olahraga

Berolahraga di usia kehamilan 25 minggu masih tetap dianjurkan. Tujuannya untuk membuat tubuh Anda senantiasa bugar sekaligus meredakan stres yang menghampiri.

Beberapa jenis olahraga yang disarankan masih sama seperti minggu sebelumnya, yaitu:

  • Yoga
  • Senam hamil
  • Stretching
  • Jogging
  • Bermain sepeda statis

Konsultasikan dengan dokter Anda mengenai tata cara melakukan olahraga yang aman dan nyaman saat hamil.

4. Gunakan Pelembab Kulit

Kulitâ€"terutama di area perutâ€"rentan mengalami gejala berupa gatal dan iritasi. Hal ini berkaitan dengan merenggangnya kulit seiring perut yang bertambah besar. Guna meredakan gejala gatal, Anda bisa menggunakan krim pelembab kulit setiap hari, utamanya di pagi hari.

5. Istirahat yang Cukup

Tetap sama seperti tips kehamilan di minggu-minggu sebelumnya, di usia hamil 25 minggu ini Anda harus waktu istirahat yang cukup, terutama di malam hari. Waktu istirahat yang kurang akan membuat tubuh Anda semakin lelah. Jika dibiarkan, hal ini dapat menimbulkan efek negatif bagi diri sendiri maupun janin yang tengah dikandung.

 

  1. Anonim. 25 Weeks Pregnant. https://www.babycenter.com/25-weeks-pregnant (Diakses pada 19 Juni 2020)
  2. Anonim. 25 Weeks Pregnant. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/week-by-week/week-25.aspx (Diakses pada 19 Juni 2020)
  3. Marple, K. How big is my baby? Week-by-week fruit and veggie comparisons. https://www.babycenter.com/slideshow-baby-size (Diakses pada 19 Juni 2020)
  4. Pevzner, H. 2020. Week 25 of Your Pregnancy. https://www.verywellfamily.com/25-weeks-pregnant-4159047 (Diakses pada 19 Juni 2020)
  5. Silver, N. 2017. 25 Weeks Pregnant: Symptoms, Tips, and More. https://www.healthline.com/health/pregnancy/25-weeks-pregnant#things-to-do (Diakses pada 19 Juni 2020)

Itulah tadi informasi mengenai Hamil 25 Minggu, Refleks Janin Mulai Berfungsi oleh - homecare24.online dan sekianlah artikel dari kami homecare24.online, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

© 2017 homecare24 : Jasa Home Care Tercepat Di Indonesia 24 Jam. All rights resevered. Powered By Blogger